image_pdfimage_print

SEPENGGAL KISAH SHAHABAT

(Abu Darda Shahabat Yang Zuhud dan Rajin Ibadah)

Perhatian Terhadap Keluarga
Imam Al-Bukhori Rohimahullah menyebutkan dalam kitab Shohih-nya hadits nomer 1968 dan 6139:

Alkisah, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam mempersaudarakan antara shahabat Salman Al-Farisi dan Abu Darda’ (*).

(*) Penulisan aslinya Abu Ad-Darda’; kami hapus imbuhan “ad” atau “alif lam” pada kata “Darda’” agar lebih mudah dalam penyebutan; menjadi Abu Darda’.

Pada suatu ketika Salman datang mengunjungi Abu Darda’, dan melihat Ummu Darda’ mengenakan pakaian kumal (tidak bagus) yang biasa dikenakan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari.

(Zhohir kisah ini terjadi sebelum turun ayat tentang perintah hijab, wallahu a’lam. Lihat penjelasan Asy-Syaikh Zaid Al-Madkholi di pelajaran Syarhus-Sunan bag.1, http://goo.gl/LFJQGS

Shahabat Salman lantas bertanya kepada Ummu Darda’, “Kenapa keadaanmu (demikian)?”

“Sungguh, saudaramu itu sudah tidak butuh lagi kepada dunia.” jawab Ummu Darda’.

(Ummu Darda’ menceritakan perihal suaminya, dengan harapan agar bisa menasehatinya).

Tak lama kemudian, datanglah Abu Darda’ menghidangkan jamuan untuk saudaranya. Dalam keadaan dirinya sedang berpuasa.

“Makanlah!” seru Salman kepada saudaranya.

“Aku sedang berpuasa”, jawab Abu Darda’.

“Aku tidak akan makan sampai engkau memakannya”. Ujar Salman menimpali.

Akhirnya, Abu Darda’ pun ikut memakan hidangan itu bersama sang tamu.

Ketika malam telah tiba, Shahabat Salman bermalam di rumah Abu Darda’, Dengan harapan semoga dirinya bisa menasehati saudaranya tersebut.

Di awal malam, Abu Darda’ melakukan kebiasaan sholatnya. Namun tiba-tiba Salman menyuruhnya untuk tidur. Abu Darda’ pun menurut untuk tidur.

Tak lama kemudian, Abu Darda’ bangun lagi hendak melakukan sholat. Namun lagi-lagi Salman menyuruhnya untuk tidur.

Hingga tibalah waktu malam yang terakhir, Salman membangunkan Abu Darda’ untuk sholat. Keduanya pun melakukan sholat malam.

(Saat itulah untaian nasehat Salman terucap untuk saudaranya dengan penuh keikhlasan mengharap kebaikan)

إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ.

“Sungguh, Robb-mu memiliki hak yang wajib engkau tunaikan, tubuhmu juga punya hak yang wajib engkau penuhi, keluargamu juga memiliki hak yang harus engkau berikan (kepada mereka). Maka, berikanlah hak-hak tersebut kepada pemiliknya.”

Setelah selesai dari sholat Shubuh, Abu Darda’ memberitahukan perkara tadi malam kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam. Beliau mengatakan, “Salman berkata benar.”

[Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhori no.1968, 6139, Ibnu Hibban di dalam Shohihnya no.320 ,dan selainnya]

Wallahu A’lamu bis-Showab

 

Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan


Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com


Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/263