image_pdfimage_print

Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 12)

————————————-

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah mengatakan:

الأُولَى (1):

أَنَّ اللهَ خَلَقَنَا (2)، …

  1. “Permasalahan Pertama:
  2. Bahwasanya Allah Ta’ala, (Dia lah) yang telah menciptakan kita…”.

PENJELASAN:

  1. (Permasalahan Pertama) yang dimaksud di atas adalah bagian pertama dari tiga permasalahan yang akan beliau rinci penjelasannya.
  2. (Allah Ta’ala, (Dia lah) yang telah menciptakan kita), yakni menjadikan kita ada setelah sebelumnya tidak ada.

Artinya kita semua sebelum diciptakan Allah Ta’ala belum ada wujudnya.

Hal ini sebagaimana tersirat di dalam Firman Allah Ta’ala:

هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (Al-Insan:1)

وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا

“… Dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali.” (Maryam:9)
(Lihat “Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah” hal.42; karya Asy-Syaikh Al-Fauzan Hafizhohullah)

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rohimahullah menjelaskan, “Seorang manusia tidak akan bisa menciptakan dirinya sendiri, karena sebelum diciptakan dia tidak ada. Sesuatu yang tidak ada, tidak akan bisa memiliki kemampuan sama sekali. Sesuatu yang tidak memiliki kemampuan, tidak akan bisa mengadakan sesuatu.

Kita juga perlu mengetahui bahwa, keberadaan manusia bukan karena diciptakan ayahnya, ibunya, ataupun seseorang dari makhluk ini. Kita juga perlu mengetahui bahwa, keberadaan manusia bukan karena kebetulan (tiba-tiba muncul) tanpa pencipta. Karena sesuatu yang baru muncul pasti ada yang menciptakannya. Fakta kehidupan makhluk yang sangat rapi dan teratur dalam satu kesatuan ekosistem mencegah kita untuk menyatakan bahwa, “Semua ini terjadi secara kebetulan.” .

Sesuatu yang terjadi secara kebetulan tidak akan memiliki keteraturan sejak awal keberadaannya. Lalu bagaimana dia akan bisa tumbuh menjadi teratur, jika (seandainya) keberadaan dirinya tetap berlangsung. Oleh karena itu pastilah sudah, bahwa pencipta segala sesuatu adalah Allah Ta’ala, satu-satunya. Tidak ada pencipta dan pemberi perintah (yang hakiki) melainkan Allah ‘Azza wa Jalla.”
(Lihat “Syarah Tsalatsatil Ushul” hal. 29)

Wallahu a’lamu bisshowab

Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah

Dirangkum oleh: al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

 

————
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

————

Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/241