PELAJARAN ADAB: ADAB PENUNTUT ILMU

( Membersihkan Zhahir dan Batin dari Dosa dan Penyimpangan)

 

Membersihkan diri dari kemaksiatan dan penyimpangan merupakan bagian penting dari adab penuntut ilmu. Bagaimana tidak, dengan menjaga kebersihan diri dari kemaksiatan dan penyimpang seorang penuntut ilmu akan dengan mudah menerima ilmu yang dipelajarinya. Karena ilmu adalah cahaya yang Allah berikan kepada orang yang hatinya bersih.

Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu berkata,
“Ilmu bukanlah dengan banyaknya periwayatan, akan tetapi ilmu adalah cahaya yang Allah tanamkan di dalam hati.”

Sehingga, sangat mustahil Allah akan memberikan cahaya ilmu kepada hati yang kotor dan berkarat karena kemaksiatan atau penyimpangan.

Ibnul Qoyyim Rahimahullahu Ta’ala berkata, “dan pada kemaksiatan terdapat dampak yang jelek lagi tercela, yang membahayakan bagi hati dan tubuh di dunia dan akhirat sesuatu yang tidak mengetahui hakekat (bahayanya) kecuali Allah. Di antaranya ialah:

 DIHARAMKANNYA ILMU

Karena sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang Allah tanamkan di dalam hati, sedangkan kemaksiatan akan memadamkan cahaya tersebut.” (Al-Jawabul Kaafi hal.54)

Sahl berkata, “Haram bagi hati untuk masuk padanya cahaya sedangkan di dalamnya ada sesuatu yang dibenci Allah Azza wa Jalla.” (Tadzkirotus Sami’ wal Mutakallim hal.67)

Kita juga ingat dengan wasiat Imam Malik Rahimahullah kepada Imam Syafi’i, ketika Imam Syafi’i membacakan kitab Muwatho’ dari hafalan beliau di usia yang masih muda. Dengan penuh decak kagum Imam Malik berwasiat,

“Sesungguhnya aku melihat bahwa Allah telah memberikan di hatimu cahaya, maka janganlah engkau padamkan dengan kegelapan maksiat.” (Al-Jawabul Kafi)

Maka, hendaknya kita selalu berusaha menjaga kebersihan hati dari setiap perkara yang dapat mengotorinya. Karena kebersihan hati merupakan kebaikan bagi seluruh anggota tubuh sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat sekerat daging. Apabila ia bagus maka akan bagus seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa (sekerat daging) itu adalah hati.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Wallahu a’lam.. Semoga bermanfaat

 

#adabpenuntutilmu

Referensi: Adab Thalibul Ilmi Syaikh Muhamad Ruslan Hafizhahullahu
Oleh: Tim Warisan Salaf

—————————
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

—————————

Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/258




ADAB PENUNTUT ILMU 1 :

PENTINGNYA BELAJAR ADAB

Sebelum masuk mempelajari apa saja adab-adab menuntut ilmu. Mari kita ketahui terlebih dahulu beberapa perkara yang berkaitan dengan ilmu.


ADAB MENUNTUT ILMU DI SISI ULAMA SALAF
Para ulama salaf dari kalangan shahabat dan tabi’in, demikian juga para ulama setelah mereka sangat mementingkan permasalahan adab menuntut ilmu. Hal ini dapat kita ketahui dari beberapa perkara, di antaranya,

PERTAMA: Ucapan, wasiat, dan bimbingan yang diriwayatkan dari mereka dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan sebagian mereka melarang anaknya belajar ilmu dan menghafal hadits sebelum belajar adab-adabnya.

Al-Imam Malik Rahimahullah mengatakan, “Wahai Saudaraku, belajarlah adab sebelum engkau belajar ilmu.” (Al-Hilyah li Abi Nu’aim 6/330)

Berkata Yusuf bin Husein, “Dengan adab engkau akan memahami ilmu.” (Iqtidhoul Ilmi al-‘amal hal.170)

Bahkan sebagian mereka belajar adab dalam waktu yang sangat lama.

Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata, “Dahulu mereka (yakni salaf,pen) tidak mengeluarkan anak-anak mereka untuk belajar ilmu hingga mereka belajar adab dan beribadah selama dua puluh tahun.” (Hilyatul Auliya)

 

KEDUA: Kitab-kitab yang ditulis oleh ulama’ terdahulu. Ini juga bukti bahwa mereka sangat mementingkan permasalahan adab. Sebagai contoh Al-Imam Abu Khaitsamah Zuhair bin Harbin (guru Imam Muslim) yang wafat pada tahun 234 H, beliau menulis kitab berjudul AL-ILMU yang telah ditahqiq oleh Syaikh Al-Albani dan telah beredar luas.

 

Demikian juga kitab ADABUL MU’ALLIMIN WAL MUTA’ALLIMIN ditulis oleh Muhammad bin Sahnun yang wafat pada tahun 256 H.

 

Setelah itu bermunculan berbagai karya tentang adab menuntut ilmu. Hingga kemudian muncullah dua ulama besar yang sama-sama wafat pada tahun 463H yaitu Abu Bakar Al-Khatib Al-Baghdadi dan Abu Umar Ibnu Abdil Barr. Keduanya menulis kitab yang sangat fenomenal, yaitu kitab:

  1. AL-JAMI’ LI AKHLAQI AR-RAWI WA ADABI AS-SAMI’ karya Al-Khatib Al-Baghdadi, dan kitab
  2. JAMI’U BAYANIL ILMI WA FADHLUHU karya Ibnu Abdil Barr

Kedua kitab ini telah dicetak berulang kali, dan termasuk yang paling lengkap di dalam membahas ilmu, adab-adabnya, dan keutamaan-keutamaannya.

Dari dua hal di atas kita mengetahui bahwa ulama salaf memiliki perhatian yang serius dalam permasalahan ADAB MENUNTUT ILMU

 

PENTINGNYA ADAB BAGI PENUNTUT ILMU
Seorang penuntut ilmu yang hakiki adalah mereka yang menghiasi dirinya dengan adab-adab menuntut ilmu. Dengan Adab Menuntut ilmu dia dapat,

  • mengetahui bagaimana mencari ilmu dengan benar.
  • mengetahui ketika ilmunya banyak apa kewajiban yang harus dia lakukan.
  • mengetahui bagaimana cara duduk di hadapan ulama
  • mengetahui bagaimana cara belajar di hadapan ulama.
  • mengetahui bagaimana cara mengajarkan ilmu kepada orang lain.
  • mengetahui bagaimana cara berdiskusi yang baik ketika dibutuhkan.
  • mengetahui bagaimana ketika ia memberi fatwa manusia.
  • mengetahui siapa saja yang dapat dijadikannya teman duduk dan siapa yang tidak.
  • mengetahui bagaimana beribadah kepada Allah Azza wa Jalla.
  • dan keistimewaan lainnya yang akan didapat oleh seorang penuntut ilmu yang memiliki adab yang mulia.

 

Insya Allah bersambung…
Ikuti terus pelajaran Adab Menuntut Ilmu Setiap Hari Sabtu, Insya Allah.

 

Sumber Panduan:

  • Hadyus Salaf fi Thalabil Ilmi
  • An-Nubadz fi Adabi Thalabil Ilmi

Oleh Tim Warisan Salaf

————
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://telegram.me/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

————

Link Telegram: https://telegram.me/warisansalaf/106