image_pdfimage_print

BAHKAN KITA SELAMAT DAN MEREKA SELAMAT ITU LEBIH BAIK

DARIPADA KITA MENDAPAT PAHALA SEMENTARA MEREKA BERDOSA

 

Dahulu Ibrahim An-nakha’i rahimahullah adalah seorang yang sebelah matanya tidak dapat melihat, dan muridnya yaitu Sulaiman bin Mihran seorang yang rabun matanya (pengelihatannya lemah)

Ibnul Jauzy meriwayatkan dari mereka berdua dalam kitabnya Al-Muntazhom, “Bahwasanya keduanya berjalan (bersama) di salah satu jalan di Kota Kufah menuju Masjid Jami. Ketika keduanya sedang berlajan, al Imam an Nakha’i berkata, “Wahai sulaiman, tidakkah engkau mengambil suatu jalan dan aku mengambil jalan yang lain? Karena sesungguhnya aku khawatir apabila kita berjalan bersama, lalu bertemu dengan orang yang bodoh. niscaya mereka akan mengatakan, ‘orang yang buta sebelah sedang menuntun orang yang rabun matanya.’ Mereka pun akan MENGGIBAHI kita dan mereka berdosa.

Al A’mas berkata, “Wahai Abu Imron, bukankah itu tdk masalah, kita mendapat pahala dan mereka berdosa.”

Maka Ibrahim an Nakha’i mengatakan, “Ya Subhanallah! Bahkan kita selamat dan mereka selamat itu lebih baik daripada kita mendapat pahala sementara mereka berdosa.”

Al-Muntazham fii Tarikhil Muluki wal Umam (7/22 dengan redaksi sedikit berbeda)

Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/311