image_pdfimage_print

MENJAWAB ADZAN YANG DIDENGAR LEBIH DARI SATU MASJID

Asy Syaikh al ‘Allamah Shalih bin Muhammad al Luhaidan hafizhahullah.

 

Pertanyaan: “Ketika kami mendengar lebih dari satu adzan di satu tempat dalam waktu yg bersamaan,  manakah yang akan kami jawab (adzannya); orang yang pertama kali adzan ataukah  yang paling dekat (dengan kami) ?”

Beliau menjawab,

هل يضرك أنك تجاوب هذا وهذا وهذا وتحصل على الأجر؛ لا يضر، النَّبي لم يأمر أمر بأنك تجاوب أي مؤذن، لكن أخبر أن من جاوب المؤذن صار له الأجر إذا جاوب، ثم قال اللَّهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة آتِ محمدًا الوسيلة والفضيلة والدرجة الرفيعة فاز بشفاعة النَّبي -ﷺ- إذا فعل هذا الفعل عن إيمان

“Apakah merugikanmu jika engkau menjawab adzan yg ini, yang ini, dan yang ini, dan engkau mendapatkan pahala? Tentu tidak merugikan.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidaklah memerintahkan dengan satu perintah agar engkau menjawab satu ADZAN TERTENTU, akan tetapi nabi mengkhabarkan bahwa siapa yg menjawab muadzin maka ia mendapat pahala, jika ia menjawabnya. Kemudian ia mengucapkan:

اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة آت محمدا الوسيلة والفضيلة والدرجة الرفيعة

ALLAHUMMA RABBA HADZIHID DA’WATIT TAAMMAH WASH SHOLATIL QOIMAH ATI MUHAMMADAN AL-WASILATA WAL FADHILAH WAD DAROJATAR ROFI’AH

Maka dia akan beruntung dengan syafaat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia melakukan perbuatan tersebut (bersumber,pen) dari iman

Sumber Suara: https://goo.gl/WpqoYA

———————–

Asy-Syaikh Al ‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Ketika menjelaskan lafazh hadits:

(( فقولوا مثل ما يقول ))

“Maka ucapkanlah seperti yg di ucapkan oleh muadzdzin”.

 

Beliau rahimahullah menjelaskan,

“Demikian pula jika engkau mendengar beberapa muadzin apakah engkau akan menjawab semuanya??

Kita katakan: Apabila mereka beradzan dengan SATU SUARA, dengan pengertian muadzin kedua memulai (adzan) sebelum muadzin pertama menyelesaikannya, maka sibukkanlah dirimu (dengan menjawab,pen) muadzin yg pertama dan tidak ada keharusan bagimu (menjawab) muadzin kedua,

Adapun jika engkau mendengar muadzin kedua setelah (muadzin) yg pertama selesai, maka ikutilah dia, karna itu adalah kebaikan dan masuk dalam keumuman sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

(( فقولوا مثل ما يقول ))

“Maka ucapkanlah seperti yg di ucapkan oleh muadzin”.

Akan tetapi para ulama rahimahumullah membatasi atas hal ini (menjawab muadzin kedua,pen) APABILA DIA BELUM SHOLAT.

Adapun jika dikumandangkan adzan (yang pertama) kemudian ia sholat, lalu setelah itu dia mendengar adzan, mereka (para ulama) mengatakan, JANGAN MENJAWABNYA, karena dia bukan orang yang diseru dgn adzan tersebut, dia telah menunaikan apa yg di wajibkan atasnya, maka tidak butuh untuk mengikuti (dgn menjawab,pen) muadzin.

Akan tetapi pendapat ini perlu ditinjau ulang, karena bertentangan dengan keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

(( إذا سمعتم المؤذن فقولوا مثل ما يقول المؤذن ))

“Apabila kalian mendengar muadzin (mengumandangkan adzan), maka ucapkanlah seperti yg di ucapkan oleh muadzin.”

Dan beliau tidak mengecualikan apapun. Dan ucapan mereka, IA TIDAK DISERU DENGAN ADZAN TERSEBUT, Kita katakan: ia sekarang tidak diseru dgn adzan tersebut, akan tetapi yang akan datang mesti dia akan diseru untuk sholat, DAN PERMASALAHNNYA DISINI MUDAH, Kita katakan, jawablah muadzin meskipun engkau telah menunaikan sholat, dan engkau berada di atas kebaikan, dan tidak akan memudharatkanmu apapun. Allah lah yg memberi taufiq”.

Sumber: Syarah riyadhus shalihin (3/260-261)

Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Ja’far hafizhahullah

—————–

Link Telegram:

https://t.me/warisansalaf/295

https://t.me/warisansalaf/296