RASA TAKUT ULAMA SALAF

 

Dari Imron al-Khoyyath rahimahullah, ia berkata:

دخلنا على إبراهيم النخعي نعوده وهو يبكي، فقلنا: ما يبكيك؟ قال: أنتظر ملك الموت، لا أدري يبشرني بالجنة أم بالنار.

Kami masuk menjenguk Ibrahim an-Nakha’i dan ia sedang menangis. Maka kami bertanya kepadanya, Apa yang membuat anda menangis?”

Ia menjawab, “Aku sedang menunggu malaikat maut. Aku tidak tahu ia akan memberiku kabar gembira dengan surga atau neraka.”

Ibrahim an-Nakha’i adalah seorang tabi’in, ia bertemu dengan Abu Sa’id al-Khudri dan Aisyah radhiallahu ‘anhum. Kebanyakan riwayatnya dari tabi’in seperti ‘Alqomah, Masruq, dan al-Aswad.

Al-Muntazham fii Tarikhil Muluki wal Umam

Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/316




BAHKAN KITA SELAMAT DAN MEREKA SELAMAT ITU LEBIH BAIK

DARIPADA KITA MENDAPAT PAHALA SEMENTARA MEREKA BERDOSA

 

Dahulu Ibrahim An-nakha’i rahimahullah adalah seorang yang sebelah matanya tidak dapat melihat, dan muridnya yaitu Sulaiman bin Mihran seorang yang rabun matanya (pengelihatannya lemah)

Ibnul Jauzy meriwayatkan dari mereka berdua dalam kitabnya Al-Muntazhom, “Bahwasanya keduanya berjalan (bersama) di salah satu jalan di Kota Kufah menuju Masjid Jami. Ketika keduanya sedang berlajan, al Imam an Nakha’i berkata, “Wahai sulaiman, tidakkah engkau mengambil suatu jalan dan aku mengambil jalan yang lain? Karena sesungguhnya aku khawatir apabila kita berjalan bersama, lalu bertemu dengan orang yang bodoh. niscaya mereka akan mengatakan, ‘orang yang buta sebelah sedang menuntun orang yang rabun matanya.’ Mereka pun akan MENGGIBAHI kita dan mereka berdosa.

Al A’mas berkata, “Wahai Abu Imron, bukankah itu tdk masalah, kita mendapat pahala dan mereka berdosa.”

Maka Ibrahim an Nakha’i mengatakan, “Ya Subhanallah! Bahkan kita selamat dan mereka selamat itu lebih baik daripada kita mendapat pahala sementara mereka berdosa.”

Al-Muntazham fii Tarikhil Muluki wal Umam (7/22 dengan redaksi sedikit berbeda)

Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/311




PERBEDAAN ORANG SOMBONG YANG MEMBANGKANG

DENGAN PELAKU MAKSIAT YANG BERTAUBAT

 

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

فَأَهْلُ الْكِبْرِ وَالْإِصْرَارِ، وَالِاحْتِجَاجِ بِالْأَقْدَارِ: مَعَ شَيْخِهِمْ وَقَائِدِهِمْ إِلَى النَّارِ إِبْلِيسَ. وَأَهْلُ الشَّهْوَةِ: الْمُسْتَغْفِرُونَ التَّائِبُونَ الْمُعْتَرِفُونَ بِالذُّنُوبِ، الَّذِينَ لَا يَحْتَجُّونَ عَلَيْهَا بِالْقَدَرِ: مَعَ أَبِيهِمْ آدَمَ فِي الْجَنَّةِ

“Orang yang sombong dan terus menerus (dalam kemaksiatannya) serta selalu beralasan dengan takdir (di dalam perbuatannya,pen), maka dia akan bersama syaikhnya dan pemimpinnya yaitu Iblis ke dalam api neraka.

Sementara orang-orang yang mengikuti syahwatnya (terjtuh dalam kemaksiatan,pen), dan ia beristighfar dan bertaubat serta menyadari dosa-dosanya, dan tidak beralasan dengan takdir (atas perbuatannya itu), maka mereka akan bersama bapak mereka Adam di dalam Jannah (surga).” Madarijus Salikin (2/316)

Hal itu disebabkan, dosa pertama yang Allah dimaksiati dengannya adalah dosa kesombongan yang dilakukan oleh Iblis yang dilaknat, dosanya itu membawa  dia kepada pembangkangan dan enggan bertaubat, sehingga tempat kembalinya adalah neraka.

Adapun Adam, dosa yang dilakukannya adalah syahwat, lantas ia pun menyadari dosa tersebut dan bertaubat kepada Allah, lalu Allah memberikan kepada Adam taubat-Nya, maka tempat kembalinya adalah surga.

Sumber Panduan: Madarijus Salikin (2/316)

Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/307




ALLAH MENYERU PADA HARI KIAMAT,

“DIMANAKAH TETANGGAKU” ?

 

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

إن الله لينادي يوم القيامة: أين جيراني، أين جيراني؟ قال: فتقول الملائكة: ربنا! ومن ينبغي أن يجاورك؟ فيقول: أين عمار المساجد؟

“Sesungguhnya Allah akan menyeru pada hari kiamat: “Dimana tetanggaku? Dimana tetanggaku?” Para malaikat menyatakan: “wahai Rabb kami, siapakah yang pantas menjadi tetangga-Mu?” Maka Allah menyatakan: “Dimana orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid?”

Syaikh al-Albani rahimahullah berkata, “Sanad (hadits)nya bagus”

 
Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no.2728)
Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Ja’far hafizhahullah

Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/300




PERMUSUHAN SYAITHAN

 

Sebagian salaf berkata:

  إِذا اجتمع إبليس وجنوده لم يفرحوا بشيء كفرحهم بثلاثة أَشياءَ: مؤمن قتل مؤمناً، ورجل يموت على الكفر، وقلب فيه خوف الفقر

“Apabila Iblis dan bala tentaranya berkumpul tidaklah mereka bergembira dengan sesuatu seperti kegembiraan mereka dengan tiga perkara:
1. Seorang mukmin membunuh mukmin (yang lain),
2. Seseorang yang mati di atas kekufuran, dan
3. Hati yang padanya ada rasa takut terhadap kemiskinan.”

Sumber: Thoriqul Hijrotain li Ibnil Qoyyim (1/33)
Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Ja’far hafizhahullah

Sumber: https://t.me/warisansalaf/298




AMALAN MULIA YANG DILAKUKAN ANAK ADAM

 

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

ما عمل ابن آدم شيئا أفضل من الصلاة وصلاح ذات البين وخلق حسن

“Tidaklah seorang anak adam melalukan suatu amalan yang lebih afdhal daripada shalat, mendamaikan dua orang yang berselisih, dan perangai yang bagus.”

 

Shahihul Jami’ (no.5645) dan Ash-Shahihah (no.1448)

Link Telegram:




KELEMBUTAN ALLAH KEPADA UMAT INI

 

Al ‘Allamah Ubaid bin Abdillah Al Jabiri hafizhahullah Ta’ala berkata,

 “Kelembutan Allah Subhanahu wa Ta’ala atas ummat ini, tatkala Allah tidak menyegerakan siksaan bagi mereka sebagaimana Allah menyegerakan siksaan bagi para pendusta rasul-rasul (terdahulu,pen).”

 

In’amul Baari bi Syarhi Kitab Al I’tisham min Shahih Al Bukhari (hal.223)

[ قال العلامة عبيد بن عبد الله الجابري حفظه الله في ((إنعام الباري بشرح كتاب الاعتصام من صحيح البخاري)) (ص 223): ((لطفه سبحانه وتعالى بهذه الأمة؛ إذ لم يعاجلهم بالعقوبة كما عجل للمكذبين رسلهم عقوبتهم)) اهـ.

Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Ja’far hafizhahullah


Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com




ORANG YANG TIDAK MENYAYANGI TIDAK AKAN DISAYANGI

Dari Jarir bin Abdillah radhiallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

 لَا يَرْحَمُ اللَّهُ مَنْ لَا يَرْحَمُ النَّاسَ

“Allah tidak akan menyayangi seseorang yang tidak menyayangi manusia lainnya.”

Shahih Adabul Mufrod (hal.63)
Oleh: Tim Warisan Salaf


Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com


Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/280




KESOMBONGAN MENGAKIBATKAN KEHINAAN

Ambillah pelajaran dari kisah diusirnya Iblis dari al-jannah (surga,red) !
Ia diusir, dilaknat dan terhina akibat kesombongan !

Allah berfirman :

قال ما منعك ألا تسجد إذ أمرتك قال أنا خير منه خلقتني من نار و خلقته من طين قال فاهبط منها فما يكون لك أن تتكبر فيها فاخرج إنك من الصاغرين (الأعراف : ١٢-١٣)

“(Allah) berkata : “Apa yang mencegahmu untuk tidak sujud tatkala Aku memerintahmu (untuk sujud) ?

Iblis menjawab : “Aku LEBIH BAIK dari dia (Adam).Engkau menciptakan aku dari api, sedangkan Engkau menciptakan dia dari tanah”.

(Allah) berkata : “Maka turunlah kamu darinya (al-jannah). Tidak sepatutnya kamu menyombongkan diri di dalamnya.Keluarlah kamu (darinya).Sesungguhnya kamu termasuk hamba yang terhina” (QS. Al ‘Araf : 12-13)

 

Demikian pula kesombongan menjadi sebuah penghalang seseorang masuk al-jannah.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر

“Tidak masuk al-jannah, siapa saja yang di kalbunya ada sekecil apapun dari kesombongan” (Muslim)

 

Al-Imam Sufyan ats-Tsauri berkata :

من كانت معصيته في الشهوة فارج له التوبة فإن آدم عليه السلام عصى مشتهيا فغفر له وإذا كانت معصيته في كبر فاخش على صاحبه اللعنة فإن إبليس عصى مستكبرا فلعن

“Barangsiapa yang kemaksiatannya berupa syahwat, maka berharaplah ada taubat pada dirinya. Sesungguhnya Adam ‘alaihi as-Salam sempat bermaksiat mengikuti syahwatnya, lalu diampuni. Namun barangsiapa kemaksiatannya berupa kesombongan, maka khawatirlah laknat terhadap pelakunya.Sesungguhnya Iblis bermaksiat menuruti kesombongan, lalu dilaknat”. (Lihat Hilyah al-Aulia’)

Segala kelebihan pada hamba semata-mata datangnya dari Allah. Jangan sampai dirinya tertipu dengan kelebihan yang ada padanya. Terlebih seorang hamba yang menisbatkan diri kepada agama dalam ucapan dan perbuatannya.

 

Dalam salah satu rangkaian zikir pagi & petang,

…رب أعوذ بك من الكسل و سوء الكبر…

…Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan jahatnya kesombongan…

 

Oleh: al-Ustadz Abdurrahman Madiun Hafizhahullahu Ta’ala
——————-
Bagikan faedah ini kepada orang yang anda cintai semoga menjadi amal jariyyah
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

——————-

Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/253




MINTALAH KEMUDAHAN KEPADA ALLAH TA’ALA

 

Ketahuilah saudara, Disaat engkau dirundung kesulitan, kepayahan, dan kesempitan kemudian engkau merengek meminta kepada Allah Ta’ala, pasti Allah akan memudahkan semua kesulitanmu.

Karena tiada yang dapat memudahkan kesulitan kecuali Allah ; Dia-lah Yang Maha kuasa atas segala sesuatu.

Di riwayatkan dari Shahabat Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan dalam doanya,

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ سَهْلًا إِذَا شِئْتَ

“Ya Allah…, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkaulah yang menjadikan kesulitan ini mudah jika Engkau berkehendak.”

[HR. Ibnu Hibban di dalam Shohihnya no.974, Ibnus-Sunni di dalam ‘Amalul Yaum wal-Lailah no.351, Al-Baihaqi di dalam Ad-Da’awatul Kabir no.266, Abu Nu’aim di dalam Akhbar Ashfahan (2/276)]

Hadits ini dishohihkan oleh Al-Imam Al-Albani Rohimahullah dalam kitabnya Ash-Shohihhah no.2886.

Wallahul-Musta’an

 

Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan
—————–
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

—————–

Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/248