image_pdfimage_print

PELAJARAN TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 11)
———————————————-

Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah,

اعْلَمْ رَحِمَكَ اللهُ (1) أَنّه يَجِبُ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ تَعَلُّمُ ثَلَاثِ هَذِهِ المَسَائِلِ وَالعَمَلُ بِهِنَّ (2)،

  1. “Ketahuilah semoga Allah merahmatimu,
  2. Bahwasanya wajib bagi setiap muslim dan muslimah mempelajari tiga permasalahan (berikut) ini dan mengamalkannya;


PENJELASAN:
1 Ucapan Asy-Syaikh rohimahullah:
(Ketahuilah…) artinya pelajarilah (baik-baik) dan pahami apa yang akan disampaikan, kemudian yakinilah.

(Semoga Allah merahmatimu) –Rohimakallah- adalah sebuah ucapan doa yang bisa dicontoh oleh para pengajar tatkala menyampaikan ilmu kepada anak didiknya, agar Allah Ta’ala menjauhkan mereka dari sifat keras, marah, dan kaku ketika menerima ilmu. Karena sifat-sifat tersebut bisa menghalangi masuknya ilmu.

2 Ucapan Asy-Syaikh rohimahullah:
(Bahwasanya wajib bagi setiap muslim dan muslimah…) Perlu kita ketahui bahwa yang namanya kewajiban adalah satu perkara yang harus dilakukan dan dikerjakan. Jika dikerjakan diberi tsawab (ganjaran pahala) dan jika ditinggalkan (berhak) mendapatkan hukuman (yang setimpal). Sebagaimana dijelaskan oleh para Ulama di bidang Ushul Fiqih.

Suatu Kewajiban bisa didapatkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah. Termasuk di antaranya adalah kewajiban kaum muslimin untuk mengetahui dan meyakini tiga permasalahan yang akan dibawakan oleh Penulis rohimahullah.

Sehingga perlu kita tekankan di sini, bahwa kewajiban yang dimaksud dalam ucapan Asy-Syaikh Rohimahullah bukan berasal dari beliau, namun dari sisi Allah ‘Azza waJalla, baik dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah.

Ucapan beliau Rohimahullah :
(Bagi setiap muslim dan muslimah) mencakup semua kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun budak (hamba sahaya).

Ucapan beliau rohimahullah:

(Mempelajari Tiga Permasalahan) maksud kata “Mempelajari” adalah bertemu langsung dengan para ulama, menimba ilmu dari mereka, menghafal ilmu tersebut, memahami dengan benar dan mematangkannya. Itulah cara belajar yang benar.

Sehingga belajar yang benar bukan sekedar membaca atau menelaah kitab para Ulama, walaupun perkara tersebut terkadang dibutuhkan dan cukup membantu para penuntut ilmu, namun itu semua belum cukup.

Pada kenyataannya mencukupkan diri hanya berguru kepada kitab-kitab para Ulama serta tidak mau duduk di majelis ilmu memiliki pengaruh yang sangat berbahaya.

  • Bagaimana tidak, Berbagai kerusakan pemahaman bisa muncul darinya.
  • Perasaan bahwa dirinya adalah seorang alim (yang serba tahu) juga bisa menghinggapinya, padahal sebetulnya dia masih jahil (atau belum tahu).
  • Orang yang seperti ini dikhawatirkan akan menghalalkan apa yang Allah haramkan atau mengharamkan apa yang Allah halalkan.
  • Orang yang seperti ini juga dikhawatirkan terjerumus ke dalam dosa ‘Berbicara atas nama Allah tanpa ilmu’.

Sehingga permasalahan ini sungguh sangat membahayakan.
Semoga Allah Ta’ala menjauhkan kita semua dari perkara tersebut. Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin
Wallahu A’lamu bisshowaab.

 

(Disadur dengan ringkas dari kitab Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah hal. 39-41; karya Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan Hafizhohullah)

Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah

Diringkas Oleh al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

—————

Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

—————

Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/236