image_pdfimage_print

PELAJARAN SHAHIH MUSLIM (PEMBAHASAN TENTANG SURGA )

Bab 2

بَابُ إِحْلَالِ الرِّضْوَانِ عَلَى أَهْلِ الْجَنَّةِ فَلَا يَسْخَطُ عَلَيْهِمْ أَبَدًا

Pemberian “Ridhwan” (atau: Ridho) kepada Penduduk Jannah,

Sehingga Allah Ta’ala tidak akan murka kepada mereka selamanya.

Hadits No.4

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Rodhiyallahu ‘anhu, beliau mengabarkan bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

إِنَّ اللهَ يَقُولُ لِأَهْلِ الْجَنَّةِ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ فَيَقُولُونَ: لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ فِي يَدَيْكَ فَيَقُولُ: هَلْ رَضِيتُمْ؟ فَيَقُولُونَ: وَمَا لَنَا لَا نَرْضَى؟ يَا رَبِّ وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، فَيَقُولُ: أَلَا أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ؟ فَيَقُولُونَ: يَا رَبِّ وَأَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ؟ فَيَقُولُ: أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي، فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا

“Sungguh Allah ‘Azza waJalla akan mengajak bicara penduduk Jannah dengan mengatakan, “Wahai Penduduk Jannah!” 

Mereka pun menjawab: “Labbaik (Kami sambut panggilan-Mu) dengan senang hati, wahai Robb kami. Seluruh kebaikan ada di kedua tanganmu.”

Allah Azza waJalla pun mengatakan: “Apakah kalian rela?”

Mereka pun menjawab: “Kenapa kami tidak rela, Wahai Tuhan kami? Engkau telah memberikan kepada kami sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu.”

Allah ‘Azza waJalla mengatakan: “Maukah Ku berikan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari itu semua?”

Mereka menjawab: “Wahai Robb Kami, Sesuatu apakah itu? Yang lebih baik dari (pemberianmu) ini?

Allah ‘Azza waJalla mengatakan:

: أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي، فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا

“Sekarang, Aku halalkan kepada kalian Ke-Ridho-an Ku, Dan Aku tidak akan murka kepada kalian setelah ini, selamanya.”

(HR. Muslim No.2829)

Takhrij Hadits:
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Al-Bukhori (6549), (7518), Muslim (2829), Ahmad (11835), At-Tirmidzi (2555), Al-Hakim di dalam “Al-Mustadrok (8736), Ma’mar bin Rosyid di dalam “Jami’-nya” (20857), Ibnul-Mubarok di dalam “Musnadnya” (112), Abu Daud At-Thoyalisi di dalam Musnadnya (2293), dan selain mereka.

 

Syarah (Penjelasan):

Di dalam hadits ini Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan kepada kita sebuah sesi hari Akhir berisi percakapan antara Allah ‘Azza wa Jalla dengan satu golongan penduduk Jannah yang disebut dengan “Jahannamiyyun”, (bekas penduduk Jahannam yang dimasukkan ke dalam Jannah).

Mereka belum pernah beramal kebaikan sama sekali. Namun dengan rahmat Allah Ta’ala mereka bisa mendapatkan kenikmatan Jannah. Bahkan mendapatkan ke-Ridhoan-Nya. Sehingga selamat dari murka Allah Ta’ala selama-lamanya.

(Lihat “Al-Mustadrok” no.8736, Jami’ Ma’mar bin Rosyid no.20857, Musnad Abi Dawud At-Thoyalisi No.2293, Lihat pula “Shohih Al-Bukhori” no.7450 dari shahabat Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘anhu tentang rahmat Allah Ta’ala kepada mereka).

Faedah:
Hadits ini termasuk dalil yang menetapan sifat Kalam untuk Allah Ta’ala sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya. Bahwasanya Allah Ta’ala berbicara sekehendak-Nya, kapanpun Dia menginginkannya, dengan suara yang didengar dan dipahami, ucapan yang betul-betul hakiki.

(Selengkapnya lihat “Ma’arijul-Qobul” (1/255), karya Asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami Rohimahullah)

-Wallahu a’lamu bisshowab-

Ikuti terus pelajaran Shahih Muslim di channel ini, insya Allah.

Dirangkum oleh: al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

—————–
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

—————–

Link Telegram: https://t.me/warisansalaf/224