image_pdfimage_print

BENTUK LEMAHNYA MANUSIA

مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ خُنَيْسٍ الْمَكِّيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيَّ، سُئِلَ عَنْ قَوْلِهِ تَعَالَى: {وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا} [النساء: 28] مَا ضَعْفُهُ؟ قَالَ: «الْمَرْأَةُ تَمُرُّ بِالرَّجُلِ فَلَا يَمْلِكُ نَفْسَهُ عَنِ النَّظَرِ إِلَيْهَا , وَلَا هُوَ يَنْتَفِعُ بِهَا , فَأَيُّ شَيْءٍ أَضْعَفُ مِنْ هَذَا؟»

Dari Muhammad bin Yazid bin Khunais Al-Makki, ia berkata, aku mendengar Sufyan Ats-Tsauri ditanya tentang firman Allah,

{وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا}

“Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah” (QS. An-Nisa:28)

 

✔️ apa bentuk lemahnya?

Beliau menjawab, “Jika seorang wanita lewat di hadapan laki-laki, maka dia tidak dapat menahan dirinya untuk melihat wanita tersebut. Padahal laki-laki itu tidak bisa memanfaatkannya . Adakah sesuatu yang lebih lemah dari ini?”

 

? Sumber: Hilyatul Auliyah (7/68)
? Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
? Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
? Channel kami https://telegram.me/warisansalaf
? Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

============

Artikel ini dipublikasikan oleh Channel Telegram Warisan Salaf pada link:

https://telegram.me/warisansalaf/107