image_pdfimage_print

PELAJARAN TAUHID : Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3)

Penulis berkata

اعلم (1) رحمك الله (2) ، أنه يجب علينا تعلم أربع مسائل (3)

 

(1) Ketahuilah
(2) Semoga Allah merahmati anda
(3) bahwasanya wajib atas kita mempelajari empat permasalahan…

===============

PENJELASAN:

Ucapan Penulis: (1) [ Ketahuilah]

Kata ini biasa digunakan untuk:

  • Tanbih (peringatan) agar pendengar atau pembaca benar-benar perhatian terhadap apa yang akan disampaikan.
  • dan menunjukkan bahwa perkara yang akan disampaikan adalah sesuatu yang penting.

Metode ini juga dipakai di dalam Al-Qur’an, di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

“Maka ketahuilah/berilmulah bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) kaum mukminin dan mukminat.” (QS. Muhammad:19)

 

  • Lihat juga surat QS. Al-Maidah:98 dan Al-Hadid:20

Metode ini juga biasa digunakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ketika ingin menyampaikan sesuatu yg penting atau untuk menggugah perhatian pendengar. Hanyasaja dengan cara yang berbeda-beda. Terkadang dengan pengulangan, seperti ketika beliau memanggil shahabat Mu’adz sebanyak tiga kali, terkadang dengan bentuk penawaran, seperti ucapan beliau “Maukah aku tunjukkan kepada kalian” atau “tahukah kalian dosa besar yang paling besar?” Itu semua sebagai bentuk tanbih (peringatan) dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa apa yang akan disebutkan adalah sesuatu yang penting, yang membutuhkan konsentrasi dan perhatian penuh dari pendengar.

Oleh karena itu, ketika anda ingin mengajarkan kebaikan kepada orang lain, maka gunakanlah metode ini agar ilmu yang anda sampaikan benar-benar bisa diserap secara maksimal.

* * *

Ucapan penulis:
(2) [ Semoga Allah merahmati anda],

Di sini ada beberapa faedah:

  • Do’a ini sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang beliau kepada muta’allim (orang yang belajar).
  • Menunjukkan lembutnya beliau di dalam berdakwah.

Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa metode dasar di dalam berdakwah adalah dengan lemah lembut kepada mad’u atau orang yang belajar. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

الراحمون يرحمهم الرحمان، ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء

“Orang yang memiliki kasih sayang akan dirahmati oleh Ar-Rahman (Allah yang Maha Pengasih,pen). Sayangilah orang-orang yang ada dibumi, pasti akan menyayangi kalian Dzat yang ada di langit.” (HR. Abu Daud no.4941, dishahihkan Syaikh Al-ALbani)

Bahkan dakwah yang kasar dan kaku hanya akan membuat manusia lari darinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran:159)

* * *

Ucapan Penulis:

(3) [bahwasanya wajib atas kita mempelajari empat permasalahan ]

Di sini ada metode pengajaran yang biasa dipakai oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, yaitu menyebutkan jumlah bilangan sebelum penjabaran. Metode ini akan membuat pendengar lebih penasaran dengan jumlah tersebut ketimbang disebutkan secara umum, seperti “Ada beberapa perkara yang diwajibkan atas kita.”

Empat permasalahan ini adalah perkara yang penting berkaitan dengan amalan, yaitu amalan di dalam agama Islam.

 

Insya Allah dijelaskan pada pelajaran berikutnya…

Ikuti Terus Pelajaran Tsalatsatul Ushul setiap hari Senin dan Kamis di channel telegram kami

=================

? Sumber Panduan:
? Syarah Syaikh Ubaid
? Syarah Syaikh Shalih Alu Syaikh
? Syarah Syaikh Al-Utsaimin
==================

Dirangkum Oleh: Abu Rufaidah Abdurrahman
—————–

Pelajaran ini diterbitkan oleh Channel telegram warisan salaf

https://telegram.me/warisansalaf/114