image_pdfimage_print

Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali Hafizhahullahu Ta’ala ditanya, “Semoga Allah berbuat baik kepada anda dan memberkahi anda. Pertanyaanku adalah, apa saja sebab-sebab terkabulnya do’a? Dan apa yang dilakukan oleh seorang muslim apabila cobaan yang menimpanya bertambah berat?

Beliau menjawab, “Adapun sebab-sebab terkabulnya do’a ada banyak. Akan tetapi di antara yang paling penting adalah memperbaiki makanan. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,

“أَطِبْ مطْعَمَك تكن مُجاب الدَّعوة”

 “Perbaikilah makananmu pasti engkau menjadi orang yang dikabulkan do’anya.”

Dan beliau menyebutkan (kisah) seseorang yang mengadakan perjalanan yang panjang, kusut dan berdebu, lalu ia mengangkat tangannya ke arah langit sembari menyeru, “wahai Rabbku, wahai Rabbku” Sementara makanannya haram, minumannya haram, dibesarkan dari yang haram, bagaimana mungkin do’any dikabulkan!”

Beliau menyebutkan di dalam hadits ini beberapa sebab terkabulnya do’a. Walaupun demikian, do’a orang itu ditolak karena adanya penghalang:

  1. Beliau menyebutkan safar (perjalanan), dan safar termasuk sebab terkabulnya do’a, seorang musafir do’anya akan dikabulkan.
  2. Demikian juga kondisi kusut dan berdebu, karena kondisi ini merupakan cirinya orang yang merendah diri kepada Allah Jalla wa ‘ala, bukan cirinya orang yang angkuh.
  3. Lalu dia mengangkat kedua tangannya ke arah langit, dia mengangkat tangannya, sementara Allah Maha Hayyiyun dan Maha Sittir, Allah malu kepada hamba-Nya apabila hamba itu mengangkat kedua tangannya lalu Allah mengembalikannya dalam keadaan kosong (tidak dikabulkan). Orang tersebut mengangkat kedua tangannya dan mengangkat kedua tangan merupakan sebab terkabulnya do’a.
  4. Kemudian dia meminta dengan merengek kepada Allah “Wahai Rabbku wahai Rabbku” ini merupakan sebab keempat terkabulnya do’a. Dia menampakkan kebutuhannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Walaupun demikian, do’anya tetap tidak dikabulkan, padahal ada sebab-sebab (terkabulnya do’a) yang telah disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, mengapa? Karena makanannya haram, pakaiannya haram, ia dibesarkan dari sesuatu yang haram. Bagaimana mungkin do’anya akan dikabulkan?!

Maka atas dasar ini, hadits ini menunjukkan bahwasanya memperbaiki makanan dan pakaian merupakan sebab dikabulkannya do’a, dan makanan dan pakaian yang jelek termasuk perkara yang menghalangi terkabulnya do’a –semoga Allah memelihara kami dan kalian dari perkara tersebut-.

Sebab-sebab terkabulnya do’a amat banyak, hanyasaja perkara ini merupakan di antara yang paling tampak. Barangkali anakku sang penanya bisa merujuk kepada kitab-kitab yang membahas tentang ini.

 

Diterjemahkan dari: http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=43395

Rekaman Suara bisa didownload di sini:

http://ar.miraath.net/fatwah/11195

=============

Adab Berdo’a Lainnya bisa dibaca dilink berikut:

Pentingnya Merengek di Dalam Berdo’a

Agar Do’a Anda Dikabulkan