image_pdfimage_print

dua insan

Pertanyaan: Seorang suami menyetubuhi isterinya pada siang Ramadhan, dan dia telah membayar kaffaroh dengan berpuasa dua bulan berturut-turut. Apakah wajib bagi isterinya membayar kaffaroh atau tidak?

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz menjawab, Bismillah walhamdulillah, bagi isteri sama seperti suaminya, jika (dia melakukan hal itu) karena tidak ada paksaan. Apabila dia tidak mampu (berpuasa dua bulan berturut-turut) maka memberi makan enam puluh orang miskin. Takarannya adalah setiap orang miskin setengah sho’ (satu setengah kilo gram). Adapun jika karena suami memaksanya dengan kekuatan, atau pukulan keras, maka tidak ada kaffaroh atasnya. Hanyalah suami yang menanggung dosanya. Tetapi jika ada unsur bermudah-mudahan dari seorang isteri, maka wajib atasnya membayar kaffaroh seperti suami, sama persis.